TANAMAN AGLAONEMA Keragaman motif dan warna daun Aglaonema telah mendorong beberapa pencinta Anggrek dan Pakis beralih ke tanaman hias daun bermotif batik dengan perpaduan warna merah, hijau dan kuning itu.

"Sebelumnnya saya sudah gemar mengembangbiakkan Anggrek, tapi sejak tahu Aglonaema saya mulai tertarik untuk mencobanya," kata seorang pecinta tanaman hias, Nuryanto, di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, keindahan Aglaonema terdapat pada daunnya. Keberagaman motif dan warna daun Aglaonema membuat ia tak henti-hentinya mengagumi tanaman hias asal kawasan Asia Tenggara itu.

Aglaonema yang sudah tumbuh "dewasa" memiliki ciri khas daun bermotif batik dengan perpaduan warna merah, hijau dan kuning dengan ukuran minimal setelapak tangan.

Menurutnya, warna dan motif daun tanaman yang juga sering disebut dengan nama tradisional "Sri Rejeki" itu seperti pelangi di langit. Percampuran antara merah, hijau dan kuning membuat Aglaonema tak bosan untuk dipandang.

"Memandangi Aglaonema membuat hati saya tenteram dan sebagai salah satu penghilang stress juga," kata pria yang berprofesi sebagai pilot itu.

Nuryanto, yang kini tinggal di Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, mengaku mengoleksi puluhan pot Aglaonema dari berbagai jenis di rumahnya.

Jenis-jenis itu meliputi Lady Valentine, Red of Sumatra, Cochin, Donna Carmen dan beberapa hasil silangan sendiri yang menghiasi salah satu bagian dari taman tanaman hias di rumahnya.

Selain keunikan pada daun tanaman asal Asia Tenggara itu, hal lain yang membuatnya tertarik memelihara Aglaonema ialah tanaman itu mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

"Aglaonema jenis Cochin bisa dijual seharga Rp1,5 juta lho satu potnya. Itu belum seberapa, malah ada yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta per pot, tergantung dari jenisnya," katanya.

Ia mengatakan para pecinta Aglaonema melihat tingginya nilai ekonomis tanaman itu bukan saja dari motif dan warna daunnya saja tetapi juga dari kesehatan dan daya tahan, jenis, bentuk daun, silangan baru yang memunculkan motif dan warna baru, serta kelangkaan.

Hal serupa dikatakan oleh seorang pecinta tanaman hias, Nina Sidle (70), yang tinggal di Kampung Banjarsari, Cilandak, Jakarta Selatan.

"Saya memuja tanaman ini karena luar biasa. Motif dan bercak warnanya sangat beragam. Kalau tidak salah Aglaonema memiliki lebih dari 400 macam," kata perempuan asal Tonsea, Sulawesi Utara itu.

Ia mengatakan untuk mendapatkan hasil silangan Aglaonema yang baik dan baru, setidaknya membutuhkan waktu proses lima hingga delapan tahun. Banyak yang sudah berhasil menyilangkannya tapi banyak juga yang gagal, katanya.

"Inilah yang terkadang membuat harga Aglaonema itu bisa mencapai jutaan rupiah. Kalau memang sudah suka biasanya para `hobiis` bakalan berburu kemana saja dari satu tempat ke tempat lain," katanya.

Sementara itu, Noval, seorang pedagang tanaman hias di Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, mengatakan peminat Aglaonema mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas.

"Tapi tak jarang juga kok yang datang khusus hanya bertanya tentang apa itu Aglaonema dan bagaimana cara perawatannya. Jadi bukan datang untuk membeli," katanya.

Di tempat usahanya, ia menyediakan beberapa jenis Aglaonema antara lain Pride of Sumatra, Lady Valentine, Cochin, dan Donna Carmen yang dijual mulai dari harga Rp200.000 hingga jutaan rupiah.

"Perawatan Aglaonema itu mudah kok. Siram saja satu kali sehari biar media tanamnya meiliki kelembaban cukup, cukup sinar matahari dan yang penting media tanamnya harus akar tanaman pakis, sekam bakar ditambah pupuk sebulan sekali," katanya. (*/bun)
Axact

TANAMAN AGLAONEMA

Tanaman Sri Rejeki – atau biasa disebut juga dengan tanaman aglaonema merupakan jenis tanaman yang dijadikan penghias taman di sekitar rumah. Tanaman yang mempunyai keindahan pada daunnya banyak dijadikan tanaman hias karena mempunyai warna yang beragam

Post A Comment:

0 comments: